ini hasil saya belajar siapa tahu dpat membantu temen-temen buat nambah2 tugas...
Sumberdaya
manusia dianggap sangat penting karena yang dikelola adalah manusia. Kadang
kala manajemen sumber daya manusia ini dinamakan manajemen personel. Sejak
tahun 1970 manajemen sumber daya manusia itu bertambah menjadi factor yang
sangat penting dalam menyukseskan roda organisasi. Oaring-orang adalah aset
organisasi yang sangat penting untuk keberhasilan suatu organisasi. Oleh karena
itu, organisasi yang benar mempunyai departemen
sumber daya manusia yang khusus.
Adapun pada organisasi olahraga yang
besar menurut Slack dalam Harsuki (2012:154) departemen personel atau departemen
sumber daya manusia secara tersendiri dan terpisah dapat terjadi. Dalam hal ini
departemen sumber daya
manusia menyiapkan kebutuhan personel pada
semua departemen dalam organisasi.
Dalam perekrutan sumber daya manusia
yang baru dapat melalui seleksi. Seleksi suatu organisasi olahraga telah
merekrut suatu kelompok pelamar yang memadai, diperlukan beberapa cara untuk
menyaring orang-orang tersebut. Metode penyaringan diarahkan sebagai proses
seleksi. Pross seleksi dapat dilakukan melalui beberapa hal a. Formulir aplikasi, b. Tes, c. Wawancara,d, Pengecekan referensi
Sumber daya manusia sendiri terdiri dari.
a. Pelatih
Setiap olahraga membutuhkan pelatih
yang professional untuk memajukan timnya. Menurut Heru Suranto (1994: 38),
“Pelatih yang dimaksud adalah seorang atau sekelompok orang yang mengelola atau
menangani sekelompok atau seseorang untuk mencapai keberhasilan tertentu”.
Pelatih yang professional harus sadar akan kenyataan yang terjadi di lapangan
kadang tidak sesuai dengan yang dikehendaki sehiingga ia harus dapat
benar-benar mempenngaruhi dan membentuk waak atau karakter dan kepribadian
atlet dalam hal tertentu. Sehingga hal-hal yang tidak diingikan dapat
terminimalisasi akan terjadi. Pegaruh-pengaruh yang diberikan pelatih kepada
seorang atlet seharusnya pengarh yang positif tapi kemunkinan juga pengaruh
negatif dapat ditangkap oleh atlet sehingga pelatih benar-benar berhati-hati
dalam member pengarahan. Menurut Sudjarwo (1993: 9) tugas-tugas pokok yang harus dilakukan
seorang pelatih antara lain:
1)
Mengadakan
pemanduan untuk memilih bibit unggul atlet.
2)
Menyusun
program latihan untuk jangka pendek maupun jangka panjang.
3)
Meyusun
strategi dan menentukan taktik dalam menghadapi pertandingan.
4)
Mengadakan
evaluasi setelah selesai melakukan latihan atau pertandingan.
5)
Selalu
berusaha meningkatkan pengetahuan, baik secara teori maupun praktik dalam
cabang olahraga yang dibinanya.
b. Atlet
Menurut Depdikbud (1990:122) bahwa atlet adalah olahragaan
terutama yang mengikuti perlombaan atau pertandingan. Cabang olahraga apapun
sangat membutuhkan pembibitan atlet atau pemain karena merupakan upaya
menemukan individu-individu yang memiliki potensi untuk mecapai prestasi yang
tinggi di kemudian hari. Jika mengevaluasi dan menganalisa dalam berbagai
kejuaraan dunia, menujukan bahwa atlet tertentu yang mampu menunjukan prestasi
maksimal terhadap cabang olahraga tertentu, seorang atlet memiliki
karakteristik psikoogi dan mental yang tdak sama satu dengan yang lain,
memiliki potensi fisik yang handal, memiliki kemampuan teknik dan taktik yang
baik dan memiliki pengalaman bertanding dalam berbagai kompetisi.
Sebelum
diadakan pembinaan atlet sebaiknya lebih dulu atlet diberikan kesadaran bahwa
prestasi punca tidak akan tercapai apabila atlet tersebut tidak memiliki
kemampuan untuk mencapainya. Karena faktr terbesar ntuk mencapai prestasi
maksimal adalah datang dari atlet itu sendiri meskipun faktor-faktor yang lain
sebagai faktor pendukung mempunyai sumbangan atau peranan yang sangat penting.
c. Pembina
dan Pengurus
Sebagai unsur yang terpenting dalam
menngelola organisasi, wajar apabila pengurus dituntut untuk betul-betul
meresapi keberadaannya, artinya mereka mempunyai tanggungjawab terhadap jalanya
organisasi. Dimana maju dan mundurnya suatu organsasi tergantung pada
kemampuannya dalam menngelola organisasi. Dalam melaksanakan tugasnya,
penngurus ditempatkan pada bagian dalam struktur organisasi yang sesuai dengan
bidang dan kemampuannya masing-masing. Setiap pegurus mempunyai wewenang untuk
mengatur bawahannya dan batas tanggungjawab dan wewenang yang dlimpahkan.
Susunan pengurus dalam organisasi hendaknya dapat menyesuaikan dengan kebutuhan
dari organisasi itu sendiri