Selasa, 31 Desember 2013

Sumber Daya Manusia Dalam Olahraga

ini hasil saya belajar siapa tahu dpat membantu temen-temen buat nambah2 tugas...


Sumberdaya manusia dianggap sangat penting karena yang dikelola adalah manusia. Kadang kala manajemen sumber daya manusia ini dinamakan manajemen personel. Sejak tahun 1970 manajemen sumber daya manusia itu bertambah menjadi factor yang sangat penting dalam menyukseskan roda organisasi. Oaring-orang adalah aset organisasi yang sangat penting untuk keberhasilan suatu organisasi. Oleh karena itu, organisasi yang benar mempunyai departemen  sumber daya manusia yang khusus.
Adapun pada organisasi olahraga yang besar menurut Slack dalam Harsuki (2012:154) departemen personel atau departemen sumber daya manusia secara tersendiri dan terpisah dapat terjadi. Dalam hal ini departemen sumber daya manusia menyiapkan kebutuhan personel pada semua departemen dalam organisasi.
Dalam perekrutan sumber daya manusia yang baru dapat melalui seleksi. Seleksi suatu organisasi olahraga telah merekrut suatu kelompok pelamar yang memadai, diperlukan beberapa cara untuk menyaring orang-orang tersebut. Metode penyaringan diarahkan sebagai proses seleksi. Pross seleksi dapat dilakukan melalui beberapa hal a. Formulir aplikasi, b. Tes, c. Wawancara,d, Pengecekan referensi
Sumber daya manusia sendiri terdiri dari.
a.   Pelatih
        Setiap olahraga membutuhkan pelatih yang professional untuk memajukan timnya. Menurut Heru Suranto (1994: 38), “Pelatih yang dimaksud adalah seorang atau sekelompok orang yang mengelola atau menangani sekelompok atau seseorang untuk mencapai keberhasilan tertentu”. Pelatih yang professional harus sadar akan kenyataan yang terjadi di lapangan kadang tidak sesuai dengan yang dikehendaki sehiingga ia harus dapat benar-benar mempenngaruhi dan membentuk waak atau karakter dan kepribadian atlet dalam hal tertentu. Sehingga hal-hal yang tidak diingikan dapat terminimalisasi akan terjadi. Pegaruh-pengaruh yang diberikan pelatih kepada seorang atlet seharusnya pengarh yang positif tapi kemunkinan juga pengaruh negatif dapat ditangkap oleh atlet sehingga pelatih benar-benar berhati-hati dalam member pengarahan. Menurut Sudjarwo (1993: 9) tugas-tugas pokok yang harus dilakukan seorang pelatih antara lain:
1)     Mengadakan pemanduan untuk memilih bibit unggul atlet.
2)     Menyusun program latihan untuk jangka pendek maupun jangka panjang.
3)     Meyusun strategi dan menentukan taktik dalam menghadapi pertandingan.
4)     Mengadakan evaluasi setelah selesai melakukan latihan atau pertandingan.
5)     Selalu berusaha meningkatkan pengetahuan, baik secara teori maupun praktik dalam cabang olahraga yang dibinanya.

b.  Atlet
       Menurut Depdikbud (1990:122) bahwa atlet adalah olahragaan terutama yang mengikuti perlombaan atau pertandingan. Cabang olahraga apapun sangat membutuhkan pembibitan atlet atau pemain karena merupakan upaya menemukan individu-individu yang memiliki potensi untuk mecapai prestasi yang tinggi di kemudian hari. Jika mengevaluasi dan menganalisa dalam berbagai kejuaraan dunia, menujukan bahwa atlet tertentu yang mampu menunjukan prestasi maksimal terhadap cabang olahraga tertentu, seorang atlet memiliki karakteristik psikoogi dan mental yang tdak sama satu dengan yang lain, memiliki potensi fisik yang handal, memiliki kemampuan teknik dan taktik yang baik dan memiliki pengalaman bertanding dalam berbagai kompetisi.
Sebelum diadakan pembinaan atlet sebaiknya lebih dulu atlet diberikan kesadaran bahwa prestasi punca tidak akan tercapai apabila atlet tersebut tidak memiliki kemampuan untuk mencapainya. Karena faktr terbesar ntuk mencapai prestasi maksimal adalah datang dari atlet itu sendiri meskipun faktor-faktor yang lain sebagai faktor pendukung mempunyai sumbangan atau peranan yang sangat penting.
c.   Pembina dan Pengurus
Sebagai unsur yang terpenting dalam menngelola organisasi, wajar apabila pengurus dituntut untuk betul-betul meresapi keberadaannya, artinya mereka mempunyai tanggungjawab terhadap jalanya organisasi. Dimana maju dan mundurnya suatu organsasi tergantung pada kemampuannya dalam menngelola organisasi. Dalam melaksanakan tugasnya, penngurus ditempatkan pada bagian dalam struktur organisasi yang sesuai dengan bidang dan kemampuannya masing-masing. Setiap pegurus mempunyai wewenang untuk mengatur bawahannya dan batas tanggungjawab dan wewenang yang dlimpahkan. Susunan pengurus dalam organisasi hendaknya dapat menyesuaikan dengan kebutuhan dari organisasi itu sendiri 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar